<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2373825841294527681</id><updated>2011-06-13T03:26:32.824-07:00</updated><category term='books review'/><category term='literatur'/><category term='pelajaran hidup'/><category term='opini'/><category term='film'/><category term='sekolah'/><category term='pengalaman pribadi'/><category term='politics'/><category term='cerita'/><title type='text'>another breathe</title><subtitle type='html'>just another breathe that people may think about</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lidspage.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lidspage.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Lidya Sophiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10114400504604264765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U8t6RxJ9wPQ/SQGpk0Iy-NI/AAAAAAAAAAc/fRjDzy3u7PQ/S220/Image024.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2373825841294527681.post-3966314016968819772</id><published>2009-01-27T01:33:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T01:36:50.280-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pelajaran hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengalaman pribadi'/><title type='text'>Kesimpulan Sebuah Debat berkepanjangan dari Diskusi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan sederet pertanyaan dari diri saya sendiri.</title><content type='html'>Hmmmppph sebenarnya saya masih menimbang-nimbang, karena besok ada Latihan Ujian Matematika, saya kira sudah seharusnya yang berada di depan saya sekarang ini adalah buku matematika dan bukannya sederetan tombol dengan huruf diatasnya beserta layar komputer. Tapi daripada ditunda terus entar lupa, lebih baik saya tuangkan dulu, lagipula saya yakin ini berguna sekali sebagai reminder saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi begini… ceritanya ada tugas diskusi bahasa Indonesia yang tema-nya diundi, ternyata saya kebagian tema pemilu, lalu kelompok saya pun memaparkan ketidak murnian hasil pemilu dan kurangnya sportivitas dalam ‘Lapangan Politik’…  dan bla-bla-bla-bla saya pun menjelaskan. Ketika tiba sesi tanya jawab, dua pertanyaan berlalu mulus, tiada satupun pengaju pertanyaan yang merasa kurang jelas dengan penjelasan saya dan kelompok saya, lalu ketika hampir saja kami menutup sesi tanya jawab, seorang anak cowok mengangkat tangannya, akhirnya mau tidak mau kami memberikannya kesempatan, awalnya dia menanyakan “cara apa sajakah yang dapat digunakan untuk mengurangi kelicikan-kelicikan dalam pemilu?” tapi kemudian teman saya nyeroscos dan bilang bahwa pertanyaan itu udah diajukan dan udah dijawab (memang betul) akhirnya dia mengganti pertanyaannya menjadi “pasal berapakah sanksi-sanksi pemilu itu tertulis?” …. Saat itu yang ada di pikiran saya adalah ‘yang bener aja mas?!! Emangnya saya bakalan ngafalin UUD’45 disaat sederetan tugas numpuk dan deadline ngejar-ngejar… mun kitu liburan sekolah teh se-taun…. Bisa jadi saya sempet ngafalin… walaupun saya meragukan saya bakalan dengan sepenuh hati ngafalin seluruh isi UUD’45 di saat liburan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kebuntuan ide, akhirnya saya jawab “itu tergantung bentuk kelicikan seperti apa… tentu saja masing-masing pasalnya itu berbeda dan lebih spesifik” … tampaknya dia gak mau ngerti dan ngotot bahwa yang dia tanyakan itu pasalnya…  ya saya juga tau… tapi saya ngotot dengan jawaban saya… dan dia ngotot dengan pertanyaan-nya. Setelah beberapa kali diulang pertanyaan dan jawaban akhirnya saya jawab “saya kira… saudara tentu punya UUD’45 di rumah…. Silahkan dilihat sendiri”… tapi dia nyolot dan tambah ngotot… pantaslah saya keki… terus saya pun teriak ke guru saya yang duduk di belakang “BU!! NGOTOT NIH YANG NANYA-NYA” . Guru saya kemudian menghampiri sementara anak itu teriak-teriak “Di mana-mana yang namanya UUD itu gak ada yang namanya spesifik-spesifik!! Yang ada itu pasal dan ayat”… saya hampir saja menyemburkan seluruh hormon adrenalin saya yang klimaks. Untunglah guru saya melerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terdiam sesaat sesudah diskusi itu berakhir cukup tidak memuaskan (bagi saya) karena terjadi perang mulut-debat yang tidak jelas siapa yang menang-siapa yang kalah, pada detik-detik akhir…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya hendak keluar kelas(jam istirahat), seorang teman laki-laki saya yang notabene si Juara Kelas berbisik sambil berlalu- “SKB 4 Mentri heh? Hahahahahaha”katanya. saya terdiam sesaat…. Lalu tertawa, rupanya pertanyaan tadi merupakan bentuk balas dendam bagi dia karena saya menanyakan  “Dampak SKB 4 Menteri terhadap Dunia ketenagakerjaan”-pada saat dia tampil sebagai penyaji masalah..,.,., hahahahaha…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berpapasan lagi dengannya, saya berkata “si X tadi maksa banget nanya-nya” kata saya. “kamu juga gak mau kalah.” Katanya. Hahahahaha memang….memang saya tidak pernah mau mengakui saya kalah dalam debat apapun… sejak dulu… hahahahaha…..&lt;br /&gt;Dalam anggapan saya, tidak ada yang namanya salah atau benar dalam sebuah debat. Asalkan kita bisa memaparkan sebuah alasan yang jelas dan logis terhadap suatu pernyataan, walaupun kadang bertentangan dengan hati nurani, contohnya seandainya dalam suatu kompetisi saya harus pro terhadap penggunaan rokok, walaupun jelas-jelas dalam kenyataan saya menentang, asalkan alasan saya logis-jelas dan bisa diterima, sayalah pemenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ---- pintar-pintar menjawab. Begitu lah menurut saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lalu merenungkan, memikirkan kenapa tiba-tiba diskusi itu berubah menjadi debat? Ada sebuah jawaban “kalian(red.saya dan si penanya) berdua sama-sama tidak menerima pendapat dan membuka jalan tengah, kalian mempertahankan ego masing-masing” tiba-tiba…. TING! Bener banget!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi itu berubah jadi kompetisi ketika saya dan si penanya berusaha membuktikan bahwa “SAYA BENAR”- itulah masalahnya, jadi rupanya tidak ada menang-tidak ada kalah, tapi dua-duanya salah.  Saya tidak mau bilang kalau saya tidak tahu pasal mana yang mengatur hal itu, dan dia tidak mau kalau pertanyaannya dianggap menyimpang dan tidak tepat (seperti yang dikatakan guru saya, bahwa pertanyaan nya itu kelewat jauh, karena disini peserta dan penyajinya itu pelajar, bukan ahli hukum yang hafal hukum tertulis secara TOK!) begitu guru saya mengatakan bahwa pertanyaannya kelewat jauh, dia langsung menjawab “ngaku aja gak tau gitu!” – keki juga saya, kayaknya pengen banget dia saya keliatan bego. Hmmmmm……. Apa kurang jelas waktu saya jawab “SILAHKAN LIHAT SENDIRI” bahwa artinya saya gak tau…..apa saya harus teriak keras-keras “SAYA TIDAK TAHU JAWABANNYA”- itu artinya seni berbicara tau!!! Ihhhh geteeeek….    Ehhhhmmmm…. Hehehe balik lagi jadi mojokin orang nih…. stop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat, waktu saya tanya dampak dari SKB-4 Mentri yang menurut saya jawabannya bisa dikarang-karang walaupun kita gak tahu isi dari SKB-4 Mentri itu… (karena saya lihat berita, jadi tau) jawabannya menurut saya, bisa aja gini : SKB-4 Mentri itu menurut saya kurang berdampak banyak, karena para pelaku industrinya sendiri banyak yang tidak setuju- lagi pula standar upah minimum yang ditentukan sendiri dianggap terlalu tinggi sehingga sulit dijalankan.  Dan…. Sayapun akan puas dengan jawaban seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya mikir lagi, kenapa seorang hebat kayak si juara kelas gak bisa ngarang-ngarang jawaban?  Kemungkinan saya :  1) karena dia gak terbiasa menjawab berdasarkan fakta yang tidak akurat. 2)  karena emang gak mau mikir. 3) entahlah…&lt;br /&gt;Maksud saya…. Plisss deeeeeeeeeehhh, saya kan gak minta dia untuk memberikan fakta akurat kayak di Koran-koran, lagi pula dia bisa menambahkan kata menurut saya yang menegaskan bahwa itu adalah sebuah opini, dan opini juga bisa dijadikan sebuah jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu waktu saya mengajukan pertanyaan ini, si Moderator which is si penanya/Mr.X menyatakan bahwa pertanyaan yang saya ajukan tidak dapat dijawab oleh para penyajinya dan dilemparkan ke peserta(walaupun akhirnya pertanyaan ini tidak terjawab). Hmmmm……&lt;br /&gt;Tiba-tiba….TING!! (lagi-lagi)…saya jadi berfikir kenapa waktu dia menanyakan pasal-pasalan kepada saya, tidak saya lempar saja ke peserta… tiba-tiba….TING!! saya jadi menyalahkan moderator kelompok saya yang kurang gesit dan kurang berfungsi pada saat kritis itu, hmmmm…. Gak juga…. Gak bisa disalahkan… seandainya saya tahu untuk bertindak ….AHA!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..&lt;br /&gt;………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..&lt;br /&gt;ITU DIA KATA KUNCINYA!!!! TINDAKAN!  Kenapa orang-orang (maksud saya si juara kelas, maupun saya, maupun moderator saya) tidak bertindak padahal mereka bisa bertindak dengan sangat lebih baik…. Jawabannya : Kontrol.  Kontrol Apa? Emosi. Ego. Pikiran. &lt;br /&gt;Emosilah yang akhirnya mempengaruhi daya berfikir kita, cara kita memandang suatu masalah atau dalam kata lain paradigma. Ketika kita tidak fokus maka kita tidak akan dapat menyelesaikan sesuatu dengan baik dan dengan pertimbangan yang baik, apalagi disaat-saat kritis.&lt;br /&gt;Jadi Akhirnya dari sebuah kejadian-debat dalam sebuah diskusi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia tanggal 20 Januari 2009, saya mengambil sebuah kesimpulan bahwa dalam berfikir dan mengemukakan pendapat sangat dipengaruhi oleh Emosi. Itulah mengapa Kontrol Emosi sangat penting! jadi IQ dan EQ memang harus seimbang.  &lt;br /&gt;Saya mendapat satu pelajaran baru dari sekolah kehidupan yakni : KONTROL EMOSI SANGAT PENTING! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-sebuah kemajuan hidup, saya mendapat pelajaran dari apa yang saya alami dan saya perbuat. Sebuah tanda bahwa waktu hidup saya tidak berlalu sia-sia, sebuah tanda bahwa hari esok akan lebih baik dari hari ini, karena ‘bekal’ yang saya bawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih Tuhan. Alhamdullillahirrabbilalamin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2373825841294527681-3966314016968819772?l=lidspage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lidspage.blogspot.com/feeds/3966314016968819772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2373825841294527681&amp;postID=3966314016968819772' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/3966314016968819772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/3966314016968819772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lidspage.blogspot.com/2009/01/kesimpulan-sebuah-debat-berkepanjangan.html' title='Kesimpulan Sebuah Debat berkepanjangan dari Diskusi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan sederet pertanyaan dari diri saya sendiri.'/><author><name>Lidya Sophiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10114400504604264765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U8t6RxJ9wPQ/SQGpk0Iy-NI/AAAAAAAAAAc/fRjDzy3u7PQ/S220/Image024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2373825841294527681.post-2892367100254763604</id><published>2008-12-27T05:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T05:17:22.871-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>undiscovered point of twilight</title><content type='html'>&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Calibri;  mso-font-alt:"Century Gothic";  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:Calibri;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Calibri;  mso-font-alt:"Century Gothic";  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:Calibri;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Arial;font-size:14;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jadi? udah hampir dua minggu saya meninggalkan another breathe… senang rasanya bisa nongkrong lagi di depan komputer sambil ‘meng-olahraga-kan’ jari-jari saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;So? Sekarang apa yang akan saya ungkit disini? Terorisme di Mumbai, Agung Sedayu Group, Bias Gender? OK…. Entah kenapa tiba-tiba saya gak pengen ngomongin tentang ketiga hal diatas, maybe another time.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sekarang…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Ada suatu hal yang sedang menyedot perhatian saya dalam skala besar, film yang lagi booming…, sempat menempati peringkat pertama &lt;i style=""&gt;Box Office&lt;/i&gt;, mengalahkan Rekor &lt;i style=""&gt;James Bond : Quantum of Solace&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;based to Entertainment Magazine, The Hottest Book since Harry Potter&lt;/i&gt;… disutradarai Catherine Hardwicke dan menjadi film garapan sutradara perempuan paling berhasil sepanjang sejarah per-film-an, menampilkan si &lt;i style=""&gt;gorgeus&lt;/i&gt; Robert Pattinson and &lt;i style=""&gt;Hollywood&lt;/i&gt; next i&lt;i style=""&gt;t&lt;/i&gt;-girl-Kristen Stewart. Sampe sini saya yakin anda tahu yang saya bicarakan adalah &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Twilight&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;… &lt;i style=""&gt;the vampire love saga&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://backseatcuddler.com/wp-content/uploads/2008/08/twilight-movie-poster.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 279px; height: 413px;" src="http://backseatcuddler.com/wp-content/uploads/2008/08/twilight-movie-poster.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lalu apa yang m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;enarik dari twilight? Sebenarnya menurut saya simple… Twilight memiliki semua imaji remaja terhadap sosok ideal-protagonis rupawan, desiran emosi menggebu, &lt;i style=""&gt;very complex conflict, melancholic love&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;a&lt;/i&gt; - boyfriend &lt;i style=""&gt;salvation&lt;/i&gt;. Apalagi coba? &lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sebuah fiksi yang memabukan tentang cinta&lt;/b&gt;…&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;belum lagi yang diusung disini sangat unik… percintaan &lt;i style=""&gt;vampire modern&lt;/i&gt; dengan manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jadi Pantas saja kalau &lt;i style=""&gt;twilight&lt;/i&gt; tiba-tiba jadi &lt;i style=""&gt;‘drugs’&lt;/i&gt; bagi para remaja, tak aneh kalau &lt;i style=""&gt;twilight series &lt;/i&gt;bisa ludes seketika dari toko-toko buku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tapi yang jadi pemicu – &lt;i style=""&gt;a big question mark in my head&lt;/i&gt; – adalah…. Sebagaimana yang orangtua saya selalu bilang “‘saring’ setiap cerita dan pelajaran yang kamu dapat.” Maka saya akhirnya mempunyai kecenderungan untuk tidak hanya melihat sesuatu secara sekilas atau ‘kulit’-nya saja. Saya mencoba mempelajari &lt;i style=""&gt;twilight&lt;/i&gt; lebih dalam lagi, serta memperhatikan dampak apa yang dapat ditimbulkan dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;vampire love saga&lt;/i&gt; itu….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dalam setiap aspek dalam kehidupan selalu saja ada pro dan kontra- (iya) &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;? Nah begitu juga &lt;i style=""&gt;twilight, &lt;/i&gt;pro - ? tentu saja semua fans Stephenie Meyer yang perasaan dan imajinasinya tersalurkan melalui ceritanya, film twilight juga &lt;st1:placename st="on"&gt;menjadikan&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;&lt;i style=""&gt;City&lt;/i&gt;&lt;/st1:placetype&gt;&lt;i style=""&gt; of Forks, &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Washington&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; D.C &lt;/i&gt;yang menjadi setting film ini dibanjiri turis dan menjadi tujuan utama &lt;i style=""&gt;Twilight tour&lt;/i&gt; untuk para penggemarnya, jelas sisi baik. Stephenie Meyer sebagai &lt;i style=""&gt;author&lt;/i&gt; sendiri menurut saya cukup memperhatikan aspek-aspek penulisan dari sudut pandang Isabella Swan &lt;i style=""&gt;17-years old girI,&lt;/i&gt; mengingat bahwa buku ini ditujukan kepada para remaja atau lebih tepatnya &lt;i style=""&gt;young adults&lt;/i&gt;. Berdasarkan Wikipedia sih begini : &lt;i style=""&gt;The books avoid delving into provocative sex, drugs, and harsh swearing because, according to Meyer, "I don't think teens need to read about gratuitous sex." –&lt;/i&gt;(&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;sebagai bukti bahwa Stephenie Meyer memang benar memperhatikan aspek-aspek penulisan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kontra? Larry Carroll dari MTV Movie menyatakan Bahwa sosok Edward Cullen dan Isabella Swan di dalam film &lt;i style=""&gt;twilight&lt;/i&gt; menjadi sebuah &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;"iconic love story for a whole generation"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hmmm…. &lt;i style=""&gt;Interesting isn’t it&lt;/i&gt;? Bisa jadi komentarnya sangat tepat. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dalam pandangan saya&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;: Lihat saja berapa besar pengaruh sinetron di belantika Nusantara… apalagi ini-yang notabene film Hollywood yang sempat menempati peringkat satu box office, pengaruhnya pasti sangat menglobal, tidak sulit untuk mencari bukti perkataan Larry Carroll, teman-teman saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah menjadi contoh kongkret dari perkataannya itu, bagaimana para pasangan remaja ‘mendewakan’ sosok Edward dan Bella sebagai sepasang kekasih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Saya sendiri sempat bertanya-tanya dalam hati, jangan-jangan saya sendiri juga memang mendewakan mereka sebagai sosok ideal sepasang kekasih. Yang saya perhatikan juga bukan hanya sosok, tapi cara mereka berpacaran. teman saya ada yang berkomentar terhadap &lt;i style=""&gt;statement&lt;/i&gt; saya bahwa ‘cara mereka berpacaran akan dicontoh’ “kayak datang ke kamar ceweknya tiap malem?” hahahahahaha….bisa jadi sih kalau ada jendela di kamarnya, dan kalau orangtuanya kurang kontrol, kalau saya….saya yakin gak akan…. Kenapa? Pertama kamar saya gak ada jendelanya jalan masuk satu-satunya lewat pintu dan harus ngelewat dulu ke ruang tv-ruang makan-depan kamar mama-depan kamar ade-tangga-baru kamar saya, kedua-pacar saya mampus duluan sebelum nyampe kamar-karena overprotektifnya orangtua saya, punya pacar aja dilarang dulu… apalagi bawa cowok ke kamar (kecuali adik dan saudara saya). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tapi sayangnya gak semua remaja punya orangtua seperti orangtua saya, jadi… tetep aja sangat riskan…. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Lalu… cara pacarannya yang melankolis dan &lt;i style=""&gt;private, &lt;/i&gt;udah gitu cowoknya overprotektif(dan kelewat romantis)-lalu adegan &lt;i style=""&gt;kissing&lt;/i&gt;- ini dia…. &lt;i style=""&gt;kissing&lt;/i&gt; dianggap sangat lumrah dalam film ini…. So? Saya kira akan semakin banyak pasangan remaja yang mengadopsinya dan tanpa merasa bersalah dan perlu berfikir dua kali(mengingat pernyataan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;"an iconic love story for a whole generation”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;). Tanpa film itu saja, sudah banyak yang mengadopsi cara pacaran seperti itu, &lt;i style=""&gt;free sex&lt;/i&gt; pun sudah menjamur dimana-mana, jadi? Bukankah ini sebagai contoh sesuatu yang agaknya sangat mempengaruhi pergaulan remaja dan perlu diperhatikan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Mungkin sebagian dari anda-anda akan berfikir/ berkata “kan bukan &lt;i style=""&gt;twilight&lt;/i&gt; aja film yang ada &lt;i style=""&gt;kissing&lt;/i&gt;-nya, ada ribuan film kaliii!!” betul…. Tapi ribuan film itu figurannya bukan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;"an iconic love story for a whole generation”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;….gitu looohh….. makanya film ini akan lebih berpengaruh daripada film-film lainnya, Dan…. Pengaruh seperti apa itu?...... Pengaruh yang sudah barang tentu perlu diperhatikan . &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Ralat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-Sangat diperhatikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Saya yakin ada jutaan orang diluar sana yang menonton film Ini dan mengumbar ‘sensasi’-nya tanpa mengorek lebih dalam tentang dampaknya…. Saya juga asalnya begitu…. Kita hanya perlu membuka mata kita lebih lebar dan mencoba berfikir lebih kritis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Memang, ada juga teman-teman saya yang tidak ambil peduli (bahkan mungkin hampir semua) dengan dampak, asal-usul, dan amanat tersembunyi dari film ini, mereka hanya terlarut dalam ceritanya, terombang-ambing hingga disadarkan lagi oleh suatu &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;‘benturan karang’ &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;atau &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;‘angin yang kencang’&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. (artinya hanya suka ceritanya dan terbawa dalam alurnya hingga ada hal lain yang menyadarkan mereka atau lebih menyedot perhatian mereka), tapi memangnya sampai kapan kita akan membaca buku, menonton film dan sesudahnya hanya mengeluarkan kata “rame”-“seru”-“keren”-“boring”-“gak rame”….. sampai kapan kita akan hanya memperhatikan diri kita sendiri? Pasti akan ada suatu saat dimana kita akan menggali sesuatu hingga sesuatu itu ada dalam genggaman kita dan jelas-sejelas dan semengkilap crystal, dipahami betul-betul dan dapat kita jadikan cermin(baca artikel&lt;b style=""&gt; ‘Masa Lalu sebagai Cermin&lt;/b&gt;’) dalam kehidupan kita ke depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Saya hanya ingin menyampaikan dan mengingatkan-terutama kepada diri saya sendiri, bahwa &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;‘behind something…. There’s always something(sometimes- even more interesting)’&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jadi… saya yakin dalam &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;twilight series&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, masih banyak yang belum terungkap….saya akan senang kalau ternyata saya punya kawan dalam menggali karya besar Stephenie Meyer yang sangat menantang ini…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Saya tunggu….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2373825841294527681-2892367100254763604?l=lidspage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lidspage.blogspot.com/feeds/2892367100254763604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2373825841294527681&amp;postID=2892367100254763604' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/2892367100254763604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/2892367100254763604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lidspage.blogspot.com/2008/12/undiscovered-point-of-twilight.html' title='undiscovered point of twilight'/><author><name>Lidya Sophiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10114400504604264765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U8t6RxJ9wPQ/SQGpk0Iy-NI/AAAAAAAAAAc/fRjDzy3u7PQ/S220/Image024.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2373825841294527681.post-3143244635107112271</id><published>2008-11-30T03:51:00.002-08:00</published><updated>2008-11-30T03:52:54.231-08:00</updated><title type='text'>coming up next</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ya ampuun, ya ampuuun, ya ampuuun, otak saya rasanya mau meledak, terlalu banyak ide dalam satu waktu sementara dalam waktu lain saya malah sama sekali &lt;i style=""&gt;blank&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekedar reminder aja buat saya dan yang suka baca blog saya (thx anyway udah mampir dan mau baca tulisan saya, jangan lupa ninggalin &lt;i style=""&gt;comment&lt;/i&gt; buat bahan evaluasi ^_^)….&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;saya pengen banget ngebahas soal integritas, terorisme di Mumbai (India), bias gender, Otonomi daerah, dan intermezzo soal &lt;i style=""&gt;dikejar kawin&lt;/i&gt;, mungkin juga soal &lt;i style=""&gt;Agung Sedayu Group &lt;/i&gt;yang…. gilaaaaa… pengen banget saya jadi Marketing Manager-nya….&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sayangnya ide-ide ini disekap tugas dan pr yang ngejar-ngejar. OK segitu dulu aja…. Mungkin ini juga….&lt;i style=""&gt;what’s coming up next in another breathe&lt;/i&gt;….&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2373825841294527681-3143244635107112271?l=lidspage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lidspage.blogspot.com/feeds/3143244635107112271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2373825841294527681&amp;postID=3143244635107112271' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/3143244635107112271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/3143244635107112271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lidspage.blogspot.com/2008/11/coming-up-next.html' title='coming up next'/><author><name>Lidya Sophiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10114400504604264765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U8t6RxJ9wPQ/SQGpk0Iy-NI/AAAAAAAAAAc/fRjDzy3u7PQ/S220/Image024.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2373825841294527681.post-7036748402175724126</id><published>2008-11-30T03:51:00.001-08:00</published><updated>2008-11-30T03:51:40.201-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Masa Lalu sebagai Cermin</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadikan masa lalu sebagai &lt;i style=""&gt;Cermin.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;If you keep regretting something, you will never moving forward, you will be trapped in the past. -LS-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hello, hello… akhirnya saya berhasil duduk di depan komputer setelah lebih dari seminggu gak menghampiri lembar-lembar digital saya… bener-bener nyiksa semua pr dan tugas dari sekolah, nyiksa dan nyita waktu banget…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tadi pagi waktu lagi ngorek-ngorek laci CD saya nemuin CD-nya Britney Spears Album ‘Gimme more’ yang rasanya udah jadul banget padahal keluarnya itu baru tahun lalu, kayaknya emang karena banyak banget artis pendatang baru kayak Leona Lewis, Jewel, Danity Kane, d.l.l dia jadi ketimpa banget, belum lagi album gimme more-nya memang gak begitu familiar di telinga masyarakat dan diluncurkan bersamaan dengan segala ‘isu’ dan masalah yang menimpa sang legendaris.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadilah rasanya album itu gak begitu berarti dan gak semeriah Baby One More Time yang sampai sekarang pun masih Lasting… &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Omong omong soal Britney Spears, percaya atau ngak, saya &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;dulu &lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;adalah seorang Britney Fanatic Fans, tapi setelah saya beranjak lebih dewasa dan menemukan hal-hal baru yang belum pernah saya temui sebelumnya, saya tersadar bahwa gak ada manfaat yang berarti dari nge-fans dan mem-fanatic-I seseorang, terlebih seorang Britney Spears.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ke Fanatikan saya dapat dilihat dari papan sterofoam besar dikamar saya yang dipenuhi Foto-Foto, Lyric lagu, jadwal konser, dan biodata Britney, gak kehitung berapa banyak tinta komputer yang sudah saya sedot untuk kegilaan saya itu, belum lagi saya menghabiskan tabungan saya untuk membeli semua Album Britney dari Baby One More time sampai Gimme More (album-nya yg paling baru belum dibeli :p) ± 7 Album.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rupanya ke fanatican saya terhadap Britney merembet hingga saya tidak hanya menjadi fanatic Britney tapi juga Hollywood, saya sampai punya satu klipingan tebal yang saya buat sendiri, isinya berita-berita tentang banyak Artis Hollywood, Angelina Jolie, Brad Pitt, Kate Winslet, Leonardo Di Caprio, Katie Holmes, Tom Cruise, Alicia Keys, Scarlet Johanson, dan pokoknya gak keitung lah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya juga akan nekat membeli suatu majalah dengan harga 50.000 yang memuat berita tentang Britney walaupun hanya se-upil. Kebayang &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;? Rugi banget nge-fans se-fanatik itu…..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagaimana saya berhenti dan tersadar? &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; banyak faktor, pertama adalah faktor bosen. Saya kira saya gak akan pernah bosen sama Britney Spears, karena dia telah memecahkan rekor menjadi idola saya lebih dari 3 tahun, sementara sebelum-sebelumnya, Hillary Duff, Anne Hathaway hanya bertahan kurang dari satu tahun, hmmm. Yang kedua ada sebuah film yang kemarin-kemarin meledak (clue: bukan laskar pelangi), entah kenapa mungkin memang sudah saatnya saya mendapat hidayah dari film itu, saya merasa bahwa perbuatan saya mem-fanatiki Britney sudah kelewat melenceng dan perlu dihentikan. Ketiga, adalah orangtua saya yang saat saya sedang memelototi E! Channel (red. Entertaiment Channel) tak henti hentinya mengatakan “jangan liat ‘keatas’ terus, liat ‘kebawah’ juga” kata-kata itu terpatri dengan kuat dalam ingatan saya, sehingga setiap kali saya melihat ‘kebawah’ saya akan otomatis membandingkan dengan yang ‘diatas’, hati saya amat teriris dan saya merasa amat bersalah selama ini terombang-ambing dalam kemegahan hidup, terus-terusan melihat ‘keatas’ tanpa melihat ‘kebawah’. &lt;b style=""&gt;Sementara banyak orang megap-megap buat makan, saya menghabiskan 50.000 untuk seonggok kemewahan sesaat, betapa egois dan acuhnya.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah sadar, saya kemudian melepas semua Britney ‘things’ yang ada di kamar saya dan juga ‘kepala’ saya, lalu menggantinya dengan Life Map yang susah banget untuk dibuat, saya harus memastikan bahwa itu dibuat dengan sepenuh hati dan jiwa saya, sekarang tidak ada lagi tempat untuk ‘ke-egoisan’ di dinding kamar saya dan di dalam hati-saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Saya tahu untuk apa hidup ini ada, saya yakin akan ada suatu waktu dimana hidup ini akan menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Artinya hidup itu bukan suatu tujuan. Tapi perjalanan yang perlu bermakna dan pantas untuk dikenang. Saya tidak mau hidup saya sia-sia, atau bahkan merugikan diri saya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya bertekad, saya harus punya integritas.Tidak perlu ingin menjadi seperti orang lain, walaupun harus menjadi ikan di air asin, selama itu benar, tidak perlu ragu untuk melakukannya, walaupun kadang berat dan sakit, tidak perlu takut untuk terus maju dan berdiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang sudah, biarlah berlalu, yang penting kedepannya tidak terulang apa yang tidak seharusnya terjadi, seperti apa yang saya perbuat di masa lalu saya, memfanatiki Britney Spears, biarlah berlalu, toh akhirnya saya jadi bisa mengambil hikmah dari perbuatan saya itu, dan itu membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik. Saya jadi tahu itu tidak baik, dan menghindari perbuatan semacam itu kedepannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Everything that we’ve done in the past, must had a point that places us in a better understanding and positions. –LS- &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2373825841294527681-7036748402175724126?l=lidspage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lidspage.blogspot.com/feeds/7036748402175724126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2373825841294527681&amp;postID=7036748402175724126' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/7036748402175724126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/7036748402175724126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lidspage.blogspot.com/2008/11/masa-lalu-sebagai-cermin.html' title='Masa Lalu sebagai Cermin'/><author><name>Lidya Sophiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10114400504604264765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U8t6RxJ9wPQ/SQGpk0Iy-NI/AAAAAAAAAAc/fRjDzy3u7PQ/S220/Image024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2373825841294527681.post-1091926191255550774</id><published>2008-11-30T03:38:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T03:54:29.208-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Piracy</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada awalnya saya gak pernah begitu mikirin soal jiplak menjiplak, copy meng-copy, dan hal hal lain yang sejenis dengan itu, tapi rupanya waktu membuat saya jadi lebih &lt;i style=""&gt;concern&lt;/i&gt; sama hal yang satu ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lagi lagi waktu, waktu memang berkuasa ya?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Time is the best challenge and yet, my biggest enemy&lt;/i&gt; – &lt;b style=""&gt;Windy Ariestanty&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Begitulah yang saya kutip dari bukunya Windy Ariestanty, Studying Abroad. Memang benar adanya bahwa waktu itu memang berkuasa, saya menyadari, buktinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemarin saya tidur jam setengah dua begitu bangun saya terkaget-kaget udah jam 5 sore lagi…. Perasaan Cuma tidur sebentar. Jadilah saya ngebut ngerjain semua tugas dan pr, tugas dan pr, dan tugas dan pr. (kesibukan terbesar saya memang bergulat dengan dua hal itu.)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;OK… kayaknya lebih baik bahasannya dimulai sekarang aja ya, &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; kita bukan mau ngomongin waktu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya mulai dengan sebuah pertanyaan, siapa diantara anda yang sama sekali gak punya kertas foto-copy-an? Kayaknya gak akan ada yang jawab gak punya deh… Saya sendiri punya setumpukan kertas hasil fotocopy, dari buku yang berbeda-beda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Suatu hari saya dan semua teman-teman sekelas saya dapat tugas &lt;b style=""&gt;bikin&lt;/b&gt; cerpen alias &lt;b style=""&gt;membuat&lt;/b&gt; cerita pendek. Memang saat tugas itu diturunkan kami semua sibuk bukan main, karena selain waktu itu minggu ulangan (banyak banget ulangan harian) waktu itu tugas juga numpuknya bukan kepalang, dan gak nanggung!!!, hampir semua mata pelajaran ada tugasnya, dan susah-susah!! Ada disuruh bikin partitur ukuran jumbo, translating bhs.inggris, cerpen dan dialog interaktif, rangkuman novel bhs.sunda lukisan dan ukiran sabun buat Seni rupa, Kumpulan Dakwah Islam, (kalau bisa bikin sendiri) (yang sampai sekarang saya belum ngumpulin), haaaah pokoknya masih banyak dah yang belum kesebut, kebayang gak? Belum lagi tiap hari ada ulangan, bahkan ada yang sehari isinya ulangan semua! Gimana gak &lt;i style=""&gt;gempor&lt;/i&gt;!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Walaupun segitu tersiksanya (jujur) saya gak sampai hati kalau harus ngejiplak cerpen orang lain terus plat bagian Oleh-nya diganti sama nama kita, apa gak sakit hati tuh orang yang bikin cerpen kalau tau cerpen mereka di-&lt;i style=""&gt;claim&lt;/i&gt; sama orang lain?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ada beberapa temen saya yang melakukan hal diatas,dengan alesan “haduhh mepet euy, jadi gak keburu”… jelas saya getek sekaligus &lt;i style=""&gt;keheul&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ngeliat hal itu, meningan ngaku belum sempet ngerjain daripada harus ngaku-in karya orang lain, saya sendiri juga jelas bakalan ngamuk berat kalau karya saya di-&lt;i style=""&gt;claim&lt;/i&gt; sama orang lain, bukannya pengen sombong nama saya harus dicantumkan di karya saya biar orang-orang tau….bukan…&lt;i style=""&gt;seriously&lt;/i&gt;… bukan!!! Tapi setelah sebuah kerja keras dan pemikiran yang tentunya gak pendek orang yang ngarang itu namanya HARUS dicantumkan, &lt;i style=""&gt;he/she deserve it&lt;/i&gt;, itu adalah hak pengarang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Memang dengan adanya internet semua jadi serba mudah…semua dalam arti melakukan hal baik dan melakukan hal buruk, mencari hal baik dan mencari hal buruk. Mau liat situs porno? Tinggal klik, mau maen game kejam? Tinggal klik. mau melakukan hal illegal? Tinggal klik. Mau ngumbar aib orang? Tinggal klik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mau cari informasi? Tinggal klik. Mau cari temen baru? Tinggal klik. Mau kirim surat sama teman yang nan jauh disono? Tinggal klik. Mau masang iklan?, mau nyari duit? Segala segala, segala bisa…. Semuanya gampang tinggal KLIK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi bukan berarti kita bisa seenak dengkul berbuat semau kita, kita ini apa sih? Manusia atau binatang?!, kita punya otak, punya norma yang perlu dijunjung tinggi dan dihargai, perlu untuk bisa menguasai diri kita sendiri dan menghargai orang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ok sekarang anda-anda pasti mulai bosan dengan tulisan saya…. Memang udah banyak orang yang nulis kayak gini sementara mereka sendiri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagian dari penjiplakan. Saya? Silahkan Tanya, saya tidak akan munafik. Mungkin ada yang nyeletuk “kayak yang gak pernah beli cd bajakan aja….” Atau “&lt;i style=""&gt;geuleuh&lt;/i&gt; ah… sok bener.” Saya bakalan ngaku…. Saya punya banyak CD yang saya beli di kota kembang. Aib kah? Sesuatu yang gak perlu diumbar kah? Yang sangat gak penting kah? Tapi dalam hal ini saya punya pandangan lain yang sangaaaaaaaaaaat panjang lebar dan kayaknya bakal menghabiskan banyak &lt;i style=""&gt;space. &lt;/i&gt;Akan saya bahas minggu depan. Tapi sekarang baca dulu tulisan ini sampai akhir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya pernah ngadu ke tante saya yang seorang aktivis pendidikan soal hal mencontek( jiplak-menjiplak), dia yang pernah kuliah diluar negeri lantas menuturkan pendapatnya, dia bercerita, waktu dia sekolah di OC (Australia), dia pernah lupa mencantumkan nama pengarang buku yang pendapatnya dia kutip. Dan taukah anda apa yang terjadi? Apa akibatnya? Dia hampir di D.O gara-gara hal tersebut. Cuma satu kalimat!! Tapi akibatnya fatal. Lalu dia berpesan pada saya “biarin aja orang disekitar kamu berbuat gitu, kalau gak bisa kamu kasih tau, kamu doa’in aja, yang penting kamu sendiri jangan ikut-ikutan harus punya integritas!!” (hmmm soal integritas, kemana sebenarnya hilangnya hal itu dari jiwa orang-orang?) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkin itu adalah satu dari berapa ribu contoh akibat dari penjiplakan. Sekarang memang gak keliatan ruginya bahkan teman saya ada yang mengatakan pada saya bahwa malah saya yang rugi!! Katanya saya ini idealis, sementara kenyataan itu tidak memperkenankan idealisme untuk hidup dalam komunitas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkin iya, saya punya sisi idealis dari diri saya, tapi kalau saya harus membunuhnya untuk kepentingan diri sendiri, saya tidak bersedia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melakukannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Tante saya itu juga menuturkan “disana (di luar negeri/OC)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalau foto-copy paling banyak lima lembar.” Kebayang kan mahasiswa Indonesia yang memfoto-copy berpuluh-puluh buku? Jelas alasannya, bukunya mahal. Maka dari itu soal yang satu ini akan saya bahas juga dalam tulisan saya berikutnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hal buruk suatu saat akan dibalas buruk juga… akan berdampak pada diri kita sendiri. Atau bahasa gaibnya sih…katanya, karma…. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi melalui tulisan inilah saya memohon kepada anda, untuk tidak meng-&lt;i style=""&gt;claim&lt;/i&gt; karya orang lain karena alasan dan egoisme yang tinggi, selain akan menjadi kebiasaan buruk yang merugikan anda sendiri dan orang lain, anda juga sakit hati kan kalau karya anda di-&lt;i style=""&gt;claim&lt;/i&gt; orang lain?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2373825841294527681-1091926191255550774?l=lidspage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lidspage.blogspot.com/feeds/1091926191255550774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2373825841294527681&amp;postID=1091926191255550774' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/1091926191255550774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/1091926191255550774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lidspage.blogspot.com/2008/11/piracy.html' title='Piracy'/><author><name>Lidya Sophiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10114400504604264765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U8t6RxJ9wPQ/SQGpk0Iy-NI/AAAAAAAAAAc/fRjDzy3u7PQ/S220/Image024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2373825841294527681.post-7293752285677465047</id><published>2008-11-07T22:09:00.002-08:00</published><updated>2008-11-07T22:10:44.757-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekolah'/><title type='text'>Nilai oh nilai.....</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau ditanya soal pekerjaan, sekolah, rumah… sebenarnnya benar-benar tidak akan ada akhirnya, pekerjaan sekolah menumpuk entah sudah seberapa besar, tapi kalau harus menyelesaikan semuanya sekarang, rasanya tidak akan sanggup, tapi entah kenapa walau mata saya memang sudah menemukan panggilan alam. (untuk tidur). Ternyata ada panggilan yang lebih kuat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menulis. Ya… menumpahkan pikiran dan pendapat saya kedalam tulisan digital. Mudah-mudahan saja tulisan saya ini tidak akan hanya menjadi seonggok deretan huruf yang tanpa makna, mudah-mudahan akan selalu ada di dalam pikiran orang yang membacanya, menempel bak perangko diatas &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, atau benalu di pohon-pohon.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Baiklah… kali ini, yang akan saya bicarakan adalah Nilai. apakah sebenarnya definisi dari nilai itu? Maka saya cari dari kamus bahasa &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, Nilai adalah taksiran ; kadar ; mutu. Dalam artian, nilai menggambarkan kualitas suatu hal/barang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nilai yang akan saya bicarakan disini adalah nilai yang menjadi pergulatan semua pelajar dari anak SD hingga Mahasiswa/mahasiswi perguruan tinggi. Nilai dalam bentuk angka maupun huruf yang tertera di dalam Laporan Akhir Semester atau Tengah Semester atau Ijasah atau yayayayaya… dimanalah itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nilai yang menjadi hantu manakala mengingat bahwa nilai itu akan menjadi status sosial bagi si penyandang/pemilik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nilai oh nilai…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nilai yang membutakan betapa banyak pelajar di Seluruh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, atau mungkin,… Dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nilai di dalam kamus, memiliki beragam arti, dapat berarti seperti yang tertulis diatas atau dapat juga berarti &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;sifat-sifat yang berguna dalam kemanusiaan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Kalau saya bandingkan dengan arti lain, Arti nilai pertama dan arti nilai kedua, memiliki makna yang amat bertolak belakang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Anda-anda mungkin tidak mengerti sampai pada titik ini apa yang saya maksud dengan bertolak belakang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mari kita lihat kenyataan disekeliling kita, jangan berbohong pada diri sendiri, untuk sementara cobalah untuk tidak bermunafik pada akal sehat kita, nurani dan jiwa kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berapa orang di kelas Anda-anda semua, orang yang memilih mencontek saat ulangan daripada mendapat nilai jelek? Berapa orang di kelas anda-anda atau sekolah yang memilih mencontek pekerjaan rumah daripada bersusah payah mengerjakannnya dan membuang-buang waktu yang bisa dipergunakan untuk banyak hal yang lebih menyenangkan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Baiklah, mulai mengerti? Betapa pentingnya nilai bagi seorang pelajar? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Alasan-nya sungguh simpel jika tanpa hati, atau hanya dengan logika, banyak orang akan mengatakan. “malu kalau nilai jelek”, “kalau nilai jelek suka diejekin”, “nilai jelek entar dianggap males”, “nilai jelek berarti diomelin orang tua.”, “nilai jelek=sengsara.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya akan mengangguk setuju jika mendengar semua itu, tetapi apakah sebegitu pentingnya sebuah nilai jika harus mengorbankan hak orang lain? &lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apakah pekerjaan rumah yang kita kerjakan dengan cara menjiplak pekerjaan orang lain itu hal yang benar untuk dilakukan? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tentu tidak. Mengambil hak orang lain adalah hal yang sudah tentu tidak baik, kita semua tahu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Anda-anda mungkin berfikir saya itu naïve, boleh…&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya mengakui saya manusia yang tidak luput dari dosa, saya bisa berbicara begini karena saya juga pernah mengalami hal tersebut sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau penjelasan diatas terlalu ribet.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Simpelnya :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya sedih melihat keadaan disekitar saya. Anak-anak, pelajar, adalah penerus bangsa, diajarkan untuk tidak berkorupsi, mereka sendiri bahkan membahas tentang betapa korupsi menyengsarakan bangsa dan Negara, betapa banyak orang yang dirugikan karena korupsi, KKN!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi lihat apa yang dilakukan oleh banyak pelajar… mereka memaki para koruptor, mencela… tapi mereka sendiri menanam bibit koruptor dalam diri mereka!!, mengambil hak orang lain!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya baru menyadari, mungkin lambat sekali saya menyadari, dan tanpa bantuan seorang teman, saya mungkin akan terus menanam bibit koruptor itu dalam diri saya, untunglah ternyata Tuhan sayang sama saya, Tuhan mengingatkan saya melalui berbagai kejadian dan melalui teman saya itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pernah pada suatu hari, ada tes basket. Minimal bola yang harus masuk ring adalah 6. Guru bersangkutan tidak mengawasi karena memang terlalu banyak jika dia harus mengawasi semua siswa yang menjalani tes. Untuk itu siswa lain bertugas menghitung berapa bola yang masuk, tapi begitulah ternyata berkomplot dalam kejahatan itu mudah, maka ketika satu anak memasukan 3 dan yang satu lagi 5, masing masing setuju untuk menambahkan 3 angka!, bayangkan 3!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkin, untuk mereka bukan angka yang banyak. Tapi lihat apa yang akan terjadi di masa depan jika mereka terus menerus bersikap seperti itu, itu tidak hanya terjadi pada 2-3 orang di sekolah saya, tapi mungkin RATUSAN!...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Satu kata yang kemudian terlintas dikepala saya, saya sebagai seorang pelajar, seorang siswa berumur 14 tahun yang tiada daya kalau dikomplot anak-anak genk di sekolah, kalau saya mengingatkan… saya yakin tidak akan banyak berguna jika saya berteriak-teriak menyerukan mereka untuk berhenti mencontek atau berbuat curang. Hanya akan lewat saja di telinga mereka, itu sudah menjadi budaya dan kebiasaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maka sayapun hanya akan dihujami berbagai makian, bukan bualan, kenyataan. Si munafik. Si sok tahu. Si sok suci. Si sok pinter. Dan apalah banyak lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sudah saya bilang saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, saya juga yakin saya pasti pernah melakukan hal penanaman sifat korup pada diri saya sendiri, tapi setidaknya saya berusaha menghentikan hal tersebut, saya tidak mau kalau hanya jadi orang yang NATO&lt;i style=""&gt; no action talk only&lt;/i&gt;. Ngomong saja bisa tentang korupsi dan kesengsaraan Negara, tapi tidak berbuat apapun untuk membangkitkan Negara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya tidak mau saya jadi bagian penyengsara rakyat dimasa depan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalu ada orang yang bilang bahwa nyontek itu bersifat sementara…. BOHONG!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Belajar tentang perubahan sosial dan budaya?.... apakah mudah untuk dihindari? Apakah mudah untuk dipadamkan? TIDAK!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau memang kita sudah kecemplung… pernah melakukan semua itu, bukan berarti kita tidak bisa berhenti, justru inilah kesempatan, saatnya kita jadi bagian dari pembangkit bangsa. Bukan penghancur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ingat adegan waktu si kepala sekolah bicara tentang konsep sekolah dengan Hati?.... iya…. Konsep itulah yang sebenarnya sedang sangat dibutuhkan oleh Bangsa &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nilai itu sungguh terlalu sempit kalau hanya dilihat dalam bentuk angka dan huruf, nilai itu mencakup arti yang luas, nilai yang sesungguhnya, saya yakin adalah nilai dalam artian, sifa-sifat yang berguna bagi kehidupan manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekarang sejak nilai itu malah jadi pemicu KKN di kalangan pelajar sekalipun. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berhentikan saja sudah yang namanya nilai! Apalah artinya nilai kalau artinya malah berubah! Nilai, sekarang bukan lagi nilai, mungkin sekarang bisa-bisa jadi kriminal!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada suatu hari di sekolah, ketika ulangan, hasil ulangan diperiksa langsung di kelas hanya dengan pemeriksanya di random. Lalu, karena rata-rata dari mereka mendapatkan nilai jelek, katakanlah 5, banyak dari mereka berkomplot dan memilih menambahkan beberapa angka demi kepuasan status sosial atas nama GENGSI (termasuk saya waktu itu, saya ngaku aja lagi, emang bener kok). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ok, sementara si bintang kelas malah tidak berbuat apapun untuk menutupi nilai 4-nya. Saya yang saat itu masih ikut-ikutan berkorupsi bertanya kenapa dia nekat, jawabannya “nilai itu untuk mengukur kemampuan lidyooo… bukan ajang unjuk gigi!” lalu saya tercenung. Memikirkan kata-katanya, teringat suatu pepatah “&lt;i style=""&gt;life is a journey, not a race.&lt;/i&gt;”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ya…benar…. Nilai itu hanya akan menjadi sebuah &lt;i style=""&gt;vanity &lt;/i&gt;- kesiasian seandainya kita tidak mengerti apa maksud dari nilai itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari situlah saya mulai sadar, lalu banyak lagi kejadian yang akhirnya membuat saya dengan segenap kekuatan saya, menggeleng rasa GENGSI dan berusaha untuk tidak egois, lama kelamaan setiap saya akan berbuat salah (katakanlah mencontek, menjiplak PR atau LKS) ya ampuuuuuuunnnnn, maka saya merasakan hati nurani saya menjerit tidak setuju…. Entah lah, padahal dulu terbiasa, sekarang jadi heboh dan merasa saaaangaaaaaaaaaaaat berdosa kalau harus MENCONTEK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ingat di masa depan siapa lagi kalau bukan kita yang akan mengurus Negara ini?... para putra-putri pertiwi… yang tersebar di seluruh nusantara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi kapankah kita akan memulai? AYO MULAI SEKARANG TEMAN-TEMAN!!!! Hentikan KKN di KALANGAN PELAJAR!!!!!!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2373825841294527681-7293752285677465047?l=lidspage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lidspage.blogspot.com/feeds/7293752285677465047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2373825841294527681&amp;postID=7293752285677465047' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/7293752285677465047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/7293752285677465047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lidspage.blogspot.com/2008/11/nilai-oh-nilai.html' title='Nilai oh nilai.....'/><author><name>Lidya Sophiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10114400504604264765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U8t6RxJ9wPQ/SQGpk0Iy-NI/AAAAAAAAAAc/fRjDzy3u7PQ/S220/Image024.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2373825841294527681.post-761707510350410409</id><published>2008-11-07T22:09:00.001-08:00</published><updated>2008-11-07T22:09:42.256-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Obama menang.</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Entah Berapa Koran di seluruh dunia yang Headline-nya memuat berita kemenangan Obama, Sampai-sampai Museum di Washington, mengabadikan Headline Koran diseluruh dunia yang memuat kemenangan Obama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berita pun gak abis-abisnya menceritakan tentang Barack Obama yang hebat dan Sensasional ini. Dari yang menceritakan tentang Kehidupan Obama, asal-usul Obama, Pendidikan Obama, Latar Belakang Ayahnya, Latar Belakang Ibunya dan lain-lain, dan lain-lain, dan lain-lain, dan lain-lain, masih banyak lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Barack Obama Lulus &lt;i style=""&gt;cum laude&lt;/i&gt; dari Fakultas Hukum Harvard, kulit Hitam pertama yang lulus &lt;i style=""&gt;cum laude&lt;/i&gt;. Dan Sekarang jadi Kulit Hitam Pertama yang menghuni White House. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Percaya atau tidak, dia akan melegenda selama-lamanya dalam sejarah politik dan sosial Dunia. Dulu rasisme di Amerika kentalnya bukan main, Martin Luther King berjuang mati-matian memperjuangkan hak warga amerika kulit Hitam. Tapi tampaknya waktu memang berperan penting dalam segala hal, termasuk rasisme di Amerika. HEBAT. Satu kata yang menggambarkan kekaguman saya terhadap perubahan besar yang terjadi di Amerika itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya ikut senang karena dengan terpilihnya Obama sebagai Presiden Amerika, menggambarkan betapa warga Amerika telah melenyapkan rasisme dalam kehidupan bersosial-nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;semoga saja ini tidak membuat orang-orang kulit hitam disana jadi arrogan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sementara banyak berita memuat tentang keterkaitan Obama dengan keadaan Budaya, Sosial, Politik, Ekonomi, Hubungan luar negeri, d.l.l&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ternyata Infotainment Indonesia gak mau ketinggalan, disorot sekolah yang pernah &lt;u&gt;disinggahi&lt;/u&gt; Obama ketika menetap di Indonesia &lt;u&gt;untuk sementara&lt;/u&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hanya enam Bulan lamanya Obama menuntut ilmu di sebuah Sekolah Dasar di Jakarta yang ehmmm.., ternyata pernah sekelas sama Syaiful Jamil.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya kaget bukan kepalang ketika mendengar salah seorang selebriti yang pernah sekelas dengan Obama mengatakan “ternyata pendidikan di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; bisa menghasilkan seorang Obama” mohon maaf, bukan maksud melecehkan atau apa, tapi dengan penuh ke-jujur, saat itu saya ngakak luar biasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Antara &lt;i style=""&gt;ridiculous &lt;/i&gt;dan&lt;i style=""&gt; memprihatinkan&lt;/i&gt;, itulah menurut saya pendapat si selebriti. &lt;i style=""&gt;Ridiculous&lt;/i&gt; karena ya ampun…. Pola pikirnya itu gimana ya? Sampai sampai bisa melontarkan kata-kata aneh itu. Marilah kita renungkan apakah pendidikan sekolah dasar kelas 3 selama &lt;u&gt;6 bulan &lt;/u&gt;akan benar-benar secara sepenuhnya mendidik dan menghasilkan seorang luar biasa seperti Obama? Heellloooo people? Pertukaran pelajar aja lebih lama dari jangka waktu Obama duduk di kelas itu!!.... &lt;i style=""&gt;why &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;r u able to talk like that? And How? &lt;/i&gt;Seperti sebuah kesombongan tanpa dasar, kata-kata murahan tanpa makna. Pengen dipuji tanpa sebab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Memprihatinkan karena. Apakah gak ada kebanggaan lain sampai-sampai harus pengan ikutan bangga dengan sebab yang sangat gak jelas dan irrasional, plis deh…&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendidikan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; meghasilkan banyak orang penting yang walaupun gak sehebat Obama, tetep aja penting dan berguna bagi masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi kayaknya kalimat itu sangat…euuuuuwwww…. &lt;i style=""&gt;without thinking&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ya… sebagai pelajaran aja… kalau bicara dan mengeluarkan kata demi kata itu harus dengan otak, karena kita dikarunia otak oleh Tuhan yang Mahakuasa. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mulutmu….Harimaumu…. &lt;i style=""&gt;so don’t waste it.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2373825841294527681-761707510350410409?l=lidspage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lidspage.blogspot.com/feeds/761707510350410409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2373825841294527681&amp;postID=761707510350410409' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/761707510350410409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/761707510350410409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lidspage.blogspot.com/2008/11/obama-menang.html' title='Obama menang.'/><author><name>Lidya Sophiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10114400504604264765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U8t6RxJ9wPQ/SQGpk0Iy-NI/AAAAAAAAAAc/fRjDzy3u7PQ/S220/Image024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2373825841294527681.post-4461733747235183720</id><published>2008-11-07T22:06:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T22:08:44.521-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politics'/><title type='text'>sekolah gratis=tiada ekskul terlebih dahulu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Haduuuh, bener-bener streesss… mikirin pe-er dan tugas gak ada habisnya… &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Uhmmm…ditengah-tengah ke-stress-an saya akibat hal itu, saya memutuskan main empat satuan sama adik saya yang umurnya baru 8 tahun dan diajarin main empat satuan pun baru seminggu yang lalu… &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;TAMBAH STRESS!! Kenapa saya bisa-bisanya kalah terus sama anak 8 tahun yang belajar main kartunya baru minggu lalu?! . . . apakah main kartu itu untung-untungan? Atau memang saya yang bego?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ah udahlah….gak penting…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi kira-kira apa ya yang akan saya bicarakan sekarang?...bagaimana kalau lagi-lagi soal sekolah? Ya sekolah, sekolah itu kepikiran tiap hari karena sekolah itu rumah kedua bagi saya, jam 7- jam 3 sore disekolah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Baru-baru ini pemerintah &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, maaf maksud saya Jawa Barat, mengeluarkan kebijakan sekolah Gratis. Biarkan saya sebagai seorang pelajar yang merasakan langsung perintisan kebijakan tersebut angkat suara melalui tulisan digital.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekolah Gratis. Sepertinya sebuah kata yang amat sangat dinanti-nanti masyarakat ekonomi lemah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tentu semua kalangan dari finansial rendah-menengah-tinggi, akan senang kalau bisa mengenyam pendidikan GRATIS. Tapi yang gratisnya seperti apa dulu? Gratis tapi tidak bermutu? Sama aja boooooooooooongggg. Gratis dan bermutu? Ini baru peningkatan mutu pendidikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Entah kenapa, sejak masuk lagi sekolah setelah Lebaran, ekskul-ekskul disekolah saya tiba-tiba pada gak jalan, berminggu-minggu saya nunggu ekskul saya memulai kegiatan lagi tapi ternyata gak mulai-mulai. Rasa penasaran kemudian mendorong saya mencari tahu ada apa dibalik gak jalannya ekskul-ekskul, dan terungkaplah bahwa ternyata sekolah sedang tidak memiliki biaya untuk menjalankan ekskul-ekskul tersebut, ternyata JELAS, itu adalah dampak dari perintisan kebijakan sekolah gratis itu yang digembar-gembor pemerintah JABAR di media masa, &lt;i style=""&gt;which is&lt;/i&gt; Janjinya HADE yang sekarang menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur JABAR.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Karena sekolah tidak diperbolehkan memungut DSP dari siswa-siswi tahun ajaran baru 2008/2009 jadilah sekolah pincang karena biaya yang biasanya menjadi pemasukan besar dalam anggaran, kini tidak ada. Dan efeknya, mengganggu kegiatan-kegiatan tahunan yang biasa diselenggarakan sekolah termasuk PEMANTAPAN KELAS 9 yang terancam gak jalan, dan… saya merasa pemantapan kelas 9 adalah salah satu hal fatal bagi para pelajar yang akan menghadapi UN April nanti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya lalu menyelidiki lebih dalam soal kebijakan tersebut, terungkap, bukan hanya sekolah saya yang mengalami hal tersebut, banyak yang nasibnya sama sama saya, harus kehilangan &lt;i style=""&gt;kesempatan pengembangan bakat dan talenta&lt;/i&gt; akibat gak ada dana buat ekskul disekolahnya. Atau linglung soal pemantapan, atau Bazaar terancam gagal dll.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pertanyaan saya, kok bisa-bisanya pemerintah mengeluarkan dan MENJALANKAN perintisan kebijakan tersebut, TANPA memberikan dulu biaya pendidikan tambahan kepada sekolah-sekolah, sehingga menghambat proses kegiatan di banyak sekolah tidak hanya di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, tapi saya kira seluruh Sekolah di Jawa Barat merasakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kadang-kadang saya aneh sama pemerintah &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, kebijakan harga BBM dinaikin harus jalan besoknya juga, kebijakan BBM diturunin dari sekarang, dijalanin be’bulan-bulan kemudian, dikemanain ya selisih harganya? Getek saya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkin orang yang baca artikel ini, ngomong “sok tahu banget sih ni anak soal kebijakan pemerintah!!.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kan dari awal saya udah bilang, biarkanlah saya sebagai PELAJAR yang MERASAKAN LANGSUNG akibat dari KEBIJAKAN PEMERINTAH/PUBLIK, ANGKAT SUARA dalam TULISAN DIGITAL di JAMAN DEMOKRASI INI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semenjak Era globalisasi dan Era demokrasi, sangat baik jika kita memanfaatkan kesempatan untuk yang terbuka luas untu berpartisipasi dalam banyak hal. Bukankah tertulis di buku PKn kita bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MASYARAKAT HARUS IKUT MELAKUKAN PENGAWASAN TERHADAP KEBIJAKAN PUBLIK DEMI TERCIPTANYA KEBIJAKAN PUBLIK YANG SESUAI DENGAN ASPIRASI RAKYAT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi walaupun sok-sok-an, saya telah ikut mengawasi penjalanan dan perintisan kebijakan pemerintah melalui artikel ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2373825841294527681-4461733747235183720?l=lidspage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lidspage.blogspot.com/feeds/4461733747235183720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2373825841294527681&amp;postID=4461733747235183720' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/4461733747235183720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/4461733747235183720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lidspage.blogspot.com/2008/11/sekolah-gratistiada-ekskul-terlebih.html' title='sekolah gratis=tiada ekskul terlebih dahulu'/><author><name>Lidya Sophiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10114400504604264765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U8t6RxJ9wPQ/SQGpk0Iy-NI/AAAAAAAAAAc/fRjDzy3u7PQ/S220/Image024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2373825841294527681.post-6101625094001925339</id><published>2008-10-24T03:23:00.001-07:00</published><updated>2008-10-24T03:23:47.414-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Think</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;“if u think u were good enough for life, don’t go with the flow, against what you want and grow!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;“if u think u grow up already, stand up, and separate the goods and the bad.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;“if u feel everything’s ready, spread your wings and then fly away.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam kehidupan… menurut saya, yang akan membuat kita tumbuh itu adalah menentang apa yang kita inginkan dan melakukan apa yang seharusnya kita lakukan, dengan begitu artinya kita telah mendahulukan prioritas utama kita dalam kehidupan dan melakukan hal yang benar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seperti contohnya, pengen banget main ke time-zone, padahal besok ada ulangan sejarah 6 Bab dan kita belum belajar, kalo kita ikutin kemauan kita main ke time-zone, maka nilai ulangan sejarah kita jelas-jelas bakalan ancur, kecuali kalo kita OB, a.k.a gak akan tenang ulangan-nya, nambah dosa, bikin masalah. Jadi jelas yang harus dilakukan adalah &lt;i style=""&gt;against the wants….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi…&lt;i style=""&gt;that doesn’t means we always have to against the wants&lt;/i&gt;, ada saatnya kita perlu mengikuti keinginan kita… ada saatnya &lt;i style=""&gt;refreshing&lt;/i&gt;…. Tapi pastikan, &lt;i style=""&gt;what u do…is useful&lt;/i&gt;….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau kita merasa kita udah bisa melakukan hal diatas, kita harus bisa memisahkan antara hal yang baik dan yang buruk…. Contohnya “penat banget sih gua…, pengen dugem.” Yakinkah dugem bikin kita &lt;i style=""&gt;fresh&lt;/i&gt; lagi? Kalo ia ok… &lt;i style=""&gt;do it. &lt;/i&gt;Kalo sekiranya ada cara lebih baik dari dugem, kalau sekiranya dugem itu gak baik, &lt;i style=""&gt;leave it and find another way&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau sekiranya semua itu udah bisa dipenuhi, itu adalah senjata buat kita sebagai manusia untuk ‘terbang’, terbang…. Sebagaimana yang ada dalam lagunya Kelly Clarkson ‘Breakaway’. Tapi kalo itu semua belum terpenuhi, &lt;i style=""&gt;that means, we’re still haven’t fulfilling the ‘terms and condition’ to fly&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Fly… bukan lalat. Terbang disini artinya adalah mengarungi kehidupan secara penuh, membuat keputusan yang benar, tindakan yang benar untuk menggapai yang kita &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;mau&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;….atau &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;the wants&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, jadi pada akhirnya itu semua sebenernya akan mengantarkan kita pada hakikat &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;wants&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang sesungguhnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semua tulisan dan pendapat di atas, dibuat berdasarkan penyimpulan saya… penyimpulan seorang manusia, sehingga sangat jauh sekali dari kesempurnaan. itu semua pendapat, pendapat itu bisa benar bisa salah… tapi itulah sebuah &lt;i style=""&gt;philosophy&lt;/i&gt; bagi saya…. &lt;i style=""&gt;philosophy&lt;/i&gt; yang muncul berdasarkan sebuah pengalaman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Percaya gak percaya itu philosophy muncul waktu saya ketahuan nonton lipstick jungle sama orangtua saya…&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di malem lebaran pula…. yah mereka bilang saya masih terlalu kecil buat melototin tayangan begituan, dan itu semua juga gak bagus katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Secara kebetulan aja pas mereka liat itu film, passsss bagian cipokannya…. (atau lebih tepatnya foreplay)yaiyalah protes langsung dilancarkan(saya gak menyebutnya dengan dimarahin, karena beda banget sama dimarahin, marah-marah itu gak ada intinya, kalo protes ada), sebagai orang tua yang baik dan bertanggung jawab tentunya orang tua saya gak mau saya terpengaruh adegan begituan yang notabene ..,..,… hmmm diadopsi remaja masakini, kalau saya bilang… remaja indonesia itu ter-infeksi sama tayangan-tayangan, atau gaya hidup west-people….-orang barat-, saya gak mau munafik… mungkin saya juga demikian… &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi yang saya yakin…. Itu tontonan berguna &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;buat saya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, bagi saya itu bisa jadi sebuah referensi pergaulan internasional , bukan berarti harus diikutin… saya merasa saya bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk, saya tahu mana yang tidak sesuai dengan lingkungan dan agama saya, dan mana yang bisa diambil sebagai pelajaran dan referensi, kalau selama ini sebenernya ibu saya suka protes kalau saya nonton film apa, film apa… katanya gak ada gunanya-lah apalah, tapi saya yakin itu berguna, itu berisi suatu pelajaran, bukan pelajaran formal kayak di sekolah, tapi pelajaran peristiwa kehidupan, contohnya film earth yang mengajak kita melihat dampak perbuatan manusia, dan ikut berpartisipasi menyelamatkan keadaan bumi, itu earth, atau misalkan film wanted yang menurut sebagian orang rame. Ok… nonton sebuah film tanpa berfikir, tanpa menyadari &lt;i style=""&gt;content &lt;/i&gt;atau isi film itu, tanpa bisa membedakan yang baik dan yang buruk, mungkin hanya sebagai&lt;i style=""&gt; refreshing&lt;/i&gt; aja. Tapi seandainya kita gak pake mikir, bisa-bisa itu merugikan kita!!, kita ngeliat orang cipokan, kalo gak pake mikir, bisa-bisa yang ada kayak gini nih “kok kayaknya enak ya?, keren ihh, mau nyobain ahhhh…”…atau apalah yang lain-lain… kalo kita berfikir kita akan mikir…. Apakah itu hal yang benar untuk dilakukan? Apakah itu hal yang baik dan perlu untuk dilakukan? Apakah itu berguna untuk dilakukan? Apakah itu memberikan manfaat? Apakah itu sesuai dengan norma? Apakah itu sesuai dengan lingkungan? Apakah itu boleh dalam agama?...iya &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;?....kita mikir dan akhirnya akan sampai pada suatu kesimpulan. Semua orang punya kesimpulan sendiri-sendiri, kesimpulan saya, cipokan untuk non muhrim jelas-jelas dilarang oleh agama, manfaatnya gak jelas, gak sesuai dengan lingkungan dan budaya ketimuran di Indonesia, tapi itu merupakan suatu yang lumrah di luar negri/di barat, Jadi kalau suatu saat misalkan jalan-jalan ke Amerika ngeliat orang cipokan di tengah jalan, atau grapa-grepe sesame non muhrim, gak perlu risih, kita udah tau itu budaya mereka, &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;sesuatu yang diperbuat orang lain belum tentu baik untuk kita, sesuatu yang menjadi budaya belum tentu sesuai dengan kepribadian kita. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Contohnya, budaya barat itu ya gituu, &lt;i style=""&gt;free sex… &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sesuai gak dengan kepribadian kita sebagi orang &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;? Kalau jawaban-nya gak ,so … jangan dilakuin, jelas-jelas merugikan banget, dan &lt;i style=""&gt;rawan ‘kecelakaan’. &lt;/i&gt;Kalau jawaban kamu sekiranya “iya, &lt;i style=""&gt;free sex&lt;/i&gt; gua banget.”, silahkan lakukan dengan konsekuensi sendiri, tau konsekuensinya? Kalo gak mikir gak akan tau!!!, orang yang tahu pribadi dia dan konsekuensinya, sekiranya menjauhi free sex. Jadi jelas kalo kita mendengar, melihat, tanpa dipikir baik-baik, dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau kita berfikir seperti diatas, kita bisa membedakan yang benar dan yang salah, nah bisa membedakan yang baik dan yang salah, bukan berarti kita pasti melakukan yang benar, contohnya gini nih...(sebenernya awal2 udah aku kasih contoh) kita tau ciuman itu gak guna, dan gak sesuai dengan kepribadian kita, tapi pengen banget kita cipokan, padahal gak cipokan juga gak mati sebenernya. Kita penasaran sama yang namanya cipokan, kalo udah gini, kita harus &lt;i style=""&gt;against the wants, to do the right things&lt;/i&gt;….. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;nah kalau kita udah bisa membedakan yang benar dan yang salah, dan melakukan yang benar dan baik untuk diri kita sendiri… bukankah hidup menjadi lebih mudah &lt;i style=""&gt;so that we can fly away!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Itulah dasar saya bikin 3 kalimat yang saya tulis pada awal tulisan ini.&lt;i style=""&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mom, dad, I know what’s right for me….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;- something meaningless can be meaningful if we think! …so think…think…think…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;What do you think?...tell me…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2373825841294527681-6101625094001925339?l=lidspage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lidspage.blogspot.com/feeds/6101625094001925339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2373825841294527681&amp;postID=6101625094001925339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/6101625094001925339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/6101625094001925339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lidspage.blogspot.com/2008/10/think_24.html' title='Think'/><author><name>Lidya Sophiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10114400504604264765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U8t6RxJ9wPQ/SQGpk0Iy-NI/AAAAAAAAAAc/fRjDzy3u7PQ/S220/Image024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2373825841294527681.post-5473263376513724176</id><published>2008-10-24T03:17:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T03:18:29.167-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Another Story</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Geteeeeeeeeek!!! Bener2 pengen ngemuntahin cerita ini dari otak saya….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aduh… kenapa sih jadinya cinta lagi- cinta lagi topik-nya, maaf ya… sebenernya saya juga bosen dan gak suka!, tapi gak bisa mungkir, kalo gak cerita makin getek.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi dulu saya pernah suka, bener-bener sukaaaa banget sama seorang cowok, saat itu umur saya masih angka 2 di angka romawi, a.k.a 11… kelas 6SD. Ada seorang cowok yang bener-bener saya suka, suka ngeliatnya, seneng ngobrol sama dia, seneng deket-deket sama dia, seneng cerita sama dia, seneng ngeliat dia senyum, ketawa, iseng, serius, ahhhh pokoknya &lt;i style=""&gt;all about him&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Suatu hari saya gak tahan lagi, saya berinisiatif untuk bilang bahwa saya suka dia secara gamblang. Gak taunya tuh cowok malah minta dicariin no hp sama alamat rumahnya temen saya. Sebel banget!, tapi karena saya masih malu-malu, dag-dig-dug-jer waktu mau ngomong saya suka sama dia, akhirnya saya cariin tuh alamat rumah sama no telp cewek yang dia incer. Begitu dikasiin ke tuh cowok, “thx ya” katanya sambil ngasihin toblerone yang sengaja saya jadiin syarat kalo mau dibantuin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lama-lama, gilaaaaaa gak ngerti saya bisa sampe segila itu dibuatnya. Saya akhirnya bilang, lewat sms. Gak lucu banget &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;?, udah jelas dia suka sama cewe lain, eh ini…saya malah bilang saya suka sama dia, terus setelah itu dia terang-terangan nolak saya…., tapi begonian saya waktu itu, saya ngotot pengen jadi cewek dia. dengan segala cara, mulai dari terus-terusan neleponin dia, terus-terusan nge-sms-in dia, sampai ngasih rekaman lagu-lagu cinta yang sengaja saya bikin buat dia. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;It’s so ridiculous&lt;/i&gt;….. entah apa yang waktu itu ada di kepala saya, mungkin menurut seorang anak kecil centilumur 11 tahun itu, idealnya, kalau kita suka sama seorang cowok, cowok itu harus jadi pacarnya. Ahahahahha… &lt;i style=""&gt;so damn ridiculous…&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ngakak saya kalo inget cerita itu. Antara jijay-geleuh pisan, sama kasian ngeliat tuh saya dibikin gak waras gara-gara cowok itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Belum lagi, sampe sekarang, walaupun saya beda sekolah sama dia.Cerita itu nyebaaaaaaaaaaarrr!!!, sampe ke sekolah saya…. Sumpah….ember banget itu cowok. Tapi yah mungkin, dia emang bener-bener gak suka sama saya, dan saya juga emang ngerasa telah melakukan tindakan yang bodoh, gak bisa mengendalikan diri saya, tapi itukan waktu masih SD, ya ga apa-apalah, itung-itung cerita hiburan pas udah gede.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Hmmm….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Terus pernah….waktu SD juga, sebelum kejadian diatas, saya pacaran sama rival saya. Rival saya selama 4 tahun!!!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Waktu kelas &lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;lima&lt;/st1:City&gt;  &lt;st1:state&gt;SD&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;, dasar anak kecil, temen saya bilang si cowok itu sebenernya suka sama saya jadi dia caper, terus karena gemes, saya tembak aja dia(waktu sd &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; sering surat-suratan pas pelajaran berlangsung…di situ saya tulis, ‘eh kamu suka sama saya ya?’ (sumpah GE-ER banget saya waktu itu), terus di bales ‘he-euh’, terus saya bales lagi, ‘ya udah…pacaran yuuu’…terus dia bales ‘hayu’)begitulah akhirnya terjadi yang namanya &lt;i style=""&gt;cinta monyet&lt;/i&gt;. Saya sendiri gak ngerti bisa se-begitu centil dan bego dan Ge-ER dan ‘mengerikan’-nya waktu saya SD.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gak nanggung ke beloon-an saya, saya sama itu rival saya yang jadi pacar saya, putus nyambung 5 kali waktu SD. Sampe akhirnya putus &lt;i style=""&gt;terakhir&lt;/i&gt; pas kelulusan. Dia masuk SMP yang beda sama saya jadinya, kita udah gak&lt;i style=""&gt; keep in touch&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Terakhir saya ngeliat dia, Juni 2007 di SD waktu lagi reunian, dia jadi tinggi, tapi kelakuan sama aja kayak dulu, ngorong di depan umum jelas-jelas, seneng banget ngisengin orang terutama cewe, teterekelan kaya monyet. Ya begitulah, hahahahahaha…jadi ngingetin masa-masa SD, nyebelin juga tuh cowok, &lt;i style=""&gt;but he make me have my own &lt;b style=""&gt;memories&lt;/b&gt; about him….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mereka dua cowo diatas, yang gak pernah saya pacarin dan yang pernah(tapi gak masuk itungan, &lt;i style=""&gt;that’s make me experienced romantic love for 0%&lt;/i&gt;), sekarang udah punya cewe, dan cewe itu dua-duanya adalah temen saya, satu sekolah.Saya gak pernah nge- bayangin mereka bisa pacaran sama cowo yang pernah ada di otak saya dulu. Malahan saya kaget begitu denger mereka jadian sama &lt;i style=""&gt;‘mereka’&lt;/i&gt;…. Kaget memang, karena membangkitkan memori-memori yang sudah mulai berdebu, tapi saya senang bisa punya memori itu, karena itu adalah bagian dari hidup saya, cerita saya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pheewww…. Lega saya bisa numpahin tu cerita di tulisan digital ini… &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;jadi hmmm selama ini selalu saya yang nembak cowo duluan ya? Yang ber-inisiatif…., well actually, Cuma 2 kali sih…, tapi emang Cuma dua cowo yang pernah bener-bener nempel dengan kuat di otak saya….&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah saya &lt;i style=""&gt;agresif&lt;/i&gt;(moga2 engga..hiii)?ato belo’on? ato hmmm….. &lt;i style=""&gt;whatever it is, I know what I want and &lt;/i&gt;….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;I’m excited about what will happen next….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2373825841294527681-5473263376513724176?l=lidspage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lidspage.blogspot.com/feeds/5473263376513724176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2373825841294527681&amp;postID=5473263376513724176' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/5473263376513724176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/5473263376513724176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lidspage.blogspot.com/2008/10/another-story.html' title='Another Story'/><author><name>Lidya Sophiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10114400504604264765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U8t6RxJ9wPQ/SQGpk0Iy-NI/AAAAAAAAAAc/fRjDzy3u7PQ/S220/Image024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2373825841294527681.post-2617646939111641301</id><published>2008-10-24T03:04:00.001-07:00</published><updated>2008-10-24T03:09:51.387-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='books review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='literatur'/><title type='text'>Bellamore</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Love : emotion explored in philosophy, religion, and literature, often as either romantic love, the fraternal love of others, or the love of God.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Microsoft Encarta ® 2006. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Love, Amore, Amour, Liebe…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kadang sesusah apapun saya berusaha untuk tidak memikirkan yang satu ini, Cinta… Cinta itu selalu mendominasi dimana-mana, naïve kalau saya bilang tidak peduli sama yang namanya &lt;i style=""&gt;Cinta&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;Love&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;Amour&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;Amor&lt;/i&gt;, atau apalah itu namanya…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Cinta itu bentuk emosi, emosi yang tidak ada kata yang bisa benar-benar mendeskripsikan-nya…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Diantara semua jenis cinta itu, yang paling ‘pasaran’ itu adalah &lt;i style=""&gt;romantic love&lt;/i&gt;, menurut saya sendiri &lt;i style=""&gt;romantic love&lt;/i&gt; itu &lt;b style=""&gt;mendominasi karena sensasi-nya&lt;/b&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebenernya pengalaman saya sendiri terhadap romantic love itu mungkin masih 0%, karena sama sekali belum pernah merasakan yang namanya &lt;i style=""&gt;pacaran, dating&lt;/i&gt;… dan selama itu pula saya menanamkan Sesuatu di kepala saya… suatu argumen, prinsip yang entah salah entah benar, entah &lt;i style=""&gt;absurd&lt;/i&gt; atau &lt;i style=""&gt;reasonable&lt;/i&gt;, entah kampungan atau modern. . . &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;no guy, before u &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;really&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; need one…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;no guy, before u &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;ready&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; to get one…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;no guy, before it become &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;something important&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; like &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;biologic needed&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;…(ahahahhahaaa^_^)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;no guy, if u think it’ll be just for social status…&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;just no guy, no guy, not yet, not yet, not yet, NOT YET, DON’T!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;itulah yang tertancap di benak saya, yang menyeruak keluar memberi peringatan ketika tiba-tiba, ada ‘&lt;i style=""&gt;butterfly on my stomach’. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Itu semua gak direncanakan dan gak diinginkan, tiba-tiba tuh kupu-kupu ada aja di dalem perut saya, atau tiba-tiba jantung saya ber-inisiatif untuk memompa darah lebih cepat dari biasanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Capek saya mikirin makhluk yang namanya cowok, &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;capek ngeladenin perasaan saya sendiri&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang gak jelas itu, dag-dig-dug gak karuan, bikin gak konsentrasi selama pelajaran di sekolah, atau tiba-tiba sensasi there’s &lt;i style=""&gt;‘butterfly on my stomach’, &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang bikin bener-bener bolak-balik ke toilet. (mungkinkah ini termasuk sensasi?)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;mau frustasi, rugi sendiri, akhirnya tertancaplah no guy. no guy. itu di kepala saya, demi menghindari hal-hal yang merugikan diri sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi pada akhirnya segimana ngotonya saya bilang sama orang maupun diri saya sendiri, saya itu gak akan &lt;i style=""&gt;concern&lt;/i&gt; dulu sama yang namanya ‘&lt;i style=""&gt;special relationship with a G-U-Y&lt;/i&gt;’, tetep aja &lt;i style=""&gt;romantic love&lt;/i&gt; itu terus muncul di kepala saya, malah semakin lama, penasaran saya terhadap &lt;i style=""&gt;romantic love&lt;/i&gt; malah semakin menjadi-jadi, &lt;i style=""&gt;it’s making me nuts!-&lt;/i&gt;lah istilahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ke-belum pernah-an saya punya pengalaman &lt;i style=""&gt;romantic love&lt;/i&gt; itulah yang (&lt;b style=""&gt;mungkin)&lt;/b&gt; bikin saya malah tertarik sama &lt;i style=""&gt;love story&lt;/i&gt;. Belum lagi kalo maen ke toko buku, rasanya kalo ke bagian novel, isinya cintaaaaaaaaaaaaaaaaa melulu…., mau marah, yeh…apa hak saya?... yang akhir-akhirnya kemarin sore jadilah saya membeli novel yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari cover dan judulnya aja udah jelas tentang cinta, tapi synopsis yang tertera di belakang novel, emang menarik sih… jadilah saya beli tu novel &lt;i style=""&gt;Bellamore-Beautiful Love…&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sialnya, saya kena sial, atau mungkin namanya karma ya?, tapi saya bukan orang yang percaya karma sih. Pernah saya ngeledek temen saya yang sesenggukan gara-gara baca novel tentang cinta, apa itu judulnya ya… lupa.. saya bilang “hiiih, norak, nangis Cuma gara-gara cerita begituan.” Iya memang norak, tapi ternyata saya lebih norak dari teman saya itu, bukan Cuma meneteskan airmata, saya dibikin mikir abis-abisan sama mba Karla M.Nashar, sampe ke mimpi-mimpi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Novel itu pulalah yang akhirnya membuat saya terduduk di depan BenQ hitam saya dan menuliskan artikel yang entah jelas-entah Ge-JE… ini… tapi yang pasti menumpahkan isi otak saya untuk menghindari mimpi(lagi) gara-gara cerita itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ceritanya hmmm, apa saya cerita disini ya? Males juga sih….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Seorang &lt;i style=""&gt;career woman &lt;/i&gt;yang pada awalnya ‘&lt;i style=""&gt;geuleh&lt;/i&gt;’ pisan sama partner kerjanya, tapi anehnya segimana jijaynya dia sama partnernya, hatinya selalu dipenuhi partnernya itu, antara benci dan cinta, dia jadi bingung sendiri, sampai akhirnya dia sadar perasaan macam apa sebenernya yang dia punya terhadap si partner, sayangnya begitu sadar, mereka udah bukan partner kerja lagi. Mereka ketemu lagi di belahan dunia yang berbeda, different time, different situation, different condition, different feelings. si career woman itu (saya gak mau nyebutin namanya, kalo mau tau bca aja novelnya, namanya cantik banget!) akhirnya harus menghadapi kenyataan bahwa, well, &lt;i style=""&gt;he doesn’t belong to her&lt;/i&gt;…,(he said) &lt;i style=""&gt;she deserve someone else&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;karena depannya ‘a beautiful love &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;to remember &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;’saya menduga ceritanya anti klimaks. Tapi gakk juga sih… pokoknya akhirnya itu kalau menurut saya anti klimaks tapi memuaskan. Gak tau kalo-kalo banyak orang berpendapat akhirnya itu klimaks, bisa aja sih, tergantung sudut pandangnya kalau menurut saya. Kalo di cerita-cerita yang klimaks tuh biasanya &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; ada aja keajaiban yang bikin dua cinta yang terpisah bersatu lagi, ini beda…..cewe itu lebih menerima takdir. &lt;i style=""&gt;Have faith (she said)&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apa aja ya, yang saya dapet dari cerita itu? Banyak banget, tapi intinya sih, well….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;to love someone, we don’t always have to have him/her in our life.&lt;/i&gt; Sebuah pepatah kuno katanya…..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;itu aja intinya, tapi bener-bener keren-lah!! Buat pecinta &lt;i style=""&gt;romantic love&lt;/i&gt; ini jadi bacaan wajib.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi buat yang enek-enek gitu sama cerita cinta, mendingan gak usah dibaca. Tapi rugi juga kalo gak baca. Terserah deh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya ini emang aneh, mungkin juga norak, di depan orang saya bilang nya, “gak ah, gak mikirin cinta-cinta an dulu gua mah…, ngeganggu pelajaran!”, tapi di belakang bisa jadi maniak &lt;i style=""&gt;romantic novel&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hmmm, sebegitu menariknya cinta itu… gak bisa dipungkiri, gak bisa dihindari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;So what do you think about love? especially Romantic love?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2373825841294527681-2617646939111641301?l=lidspage.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lidspage.blogspot.com/feeds/2617646939111641301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2373825841294527681&amp;postID=2617646939111641301' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/2617646939111641301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2373825841294527681/posts/default/2617646939111641301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lidspage.blogspot.com/2008/10/bellamore.html' title='Bellamore'/><author><name>Lidya Sophiani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10114400504604264765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_U8t6RxJ9wPQ/SQGpk0Iy-NI/AAAAAAAAAAc/fRjDzy3u7PQ/S220/Image024.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
